Oleh: Tengku Putri Isna
BANDA ACEH | SaranNews – Pemadaman listrik yang terjadi secara terus-menerus di wilayah Banda Aceh kembali menjadi keluhan yang sangat meresahkan warga. Hampir di berbagai sudut kota, mati lampu terjadi tanpa kepastian waktu. Dampaknya meluas hingga hilangnya jaringan internet selama berhari-hari yang secara otomatis mengganggu aktivitas vital masyarakat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga layanan publik.
Ironisnya, kondisi ini seolah menjadi persoalan yang belum menemukan solusi nyata. Masalah kian memprihatinkan ketika pemadaman dilakukan tanpa batas waktu yang jelas. Akibatnya, peralatan elektronik berisiko rusak, bahan makanan membusuk, dan proses belajar mengajar pun terhambat. Situasi ini secara tidak langsung menunjukkan lemahnya komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat selaku konsumen.
Pemerintah, melalui pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta berbagai informasi yang beredar, menyebutkan bahwa kondisi kelistrikan Aceh telah pulih hingga 93 persen. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya di Banda Aceh. Faktanya, hingga kini masih terdapat kawasan yang mengalami pemadaman listrik berkepanjangan. Bahkan, di beberapa titik, aliran listrik hanya menyala sekitar dua jam sebelum akhirnya padam kembali.
Kesenjangan antara klaim dan kenyataan ini menimbulkan kekecewaan mendalam. Informasi pemulihan yang disampaikan ke publik dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh dan jujur, bukan sekadar angka statistik yang terkesan menenangkan tetapi tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Waktu pemulihan yang dijanjikan terus diundur tanpa alasan maupun kepastian yang jelas, membiarkan masyarakat berspekulasi dan hidup dalam ketidakpastian.
Padahal, masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Harapan warga hanyalah adanya kepastian dan keandalan layanan. Pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada penyampaian progres angka semata, tetapi juga harus memastikan bahwa pemulihan benar-benar dirasakan secara merata hingga ke seluruh wilayah Banda Aceh.[PI]











