Aceh Selatan | SaranNews – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Blang Keujeren, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan lumpuh total. Kondisi ini memicu aksi protes dari para pegawai dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ramai-ramai meninggalkan lokasi kerja saat awak media tiba di lokasi, Selasa (16/12/2025).
Aksi ini dipicu oleh kebijakan manajemen Puskesmas yang sudah seminggu terakhir tidak mengoperasikan mesin generator set (Genset) pada siang hari, melainkan hanya menghidupkannya pada malam hari.
Berdasarkan pantauan Sarannews, satu unit mesin Genset merek Starke tipe STC-16 kW yang berada di dalam kerangkeng besi di samping gedung utama memang dalam kondisi mati (off). Padahal, kebutuhan listrik sangat krusial untuk menunjang administrasi dan pelayanan medis.
Para Nakes menyayangkan sikap Kepala Puskesmas (Kapus) yang dinilai tidak peduli terhadap kendala pelayanan ini. Akibat ketiadaan listrik, proses administrasi rujukan pasien menjadi terhambat total.
“Kami tidak bisa buat rujukan pasien, kami dikomplain bahkan dimarahi keluarga pasien yang minta rujukan tapi kami tidak bisa proses karena listrik tidak ada,” ungkap salah seorang Nakes.
Kekesalan tersebut juga terekam jelas dalam video yang diterima redaksi. Seorang Nakes yang hendak meninggalkan lokasi dengan sepeda motor meluapkan emosinya terkait kondisi ini.
“Jadi kendala pelayanan, genset gak hidup. Ini kan perlu tanda tanya ini pak,” ujarnya dengan nada kecewa.
Dampak dari kebijakan penghematan genset ini juga merembet ke fasilitas rawat inap. Ketersediaan air bersih menjadi masalah serius karena mesin pompa air tidak dapat dihidupkan tanpa listrik. Akibatnya, bak air di kamar mandi ruang rawat inap kosong.
Keluhan ini dibenarkan oleh Subhan, salah seorang keluarga pasien yang anaknya sedang menjalani perawatan di Puskesmas tersebut. Ia mengaku kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar. “Kami harus angkut air sendiri dari sumur yang diluar sana,” ujar Subhan.
Menanggapi carut-marutnya pelayanan publik ini, Anggota DPRK Aceh Selatan dari Dapil 3 Labuhanhaji Raya, Zalfazli, bereaksi keras. Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengaku telah menerima banyak aduan terkait kondisi tersebut.
“Kami juga mendapat laporan dari Nakes dan Pasien terkait persoalan tersebut, ini tidak bisa dibiarkan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh selatan harus segera bertindak, bila perlu Plt Bupati segera copot Kapus tersebut yang tidak becus mengurus pelayanan disana,” tegas Zalfazli.
Lebih lanjut, Zalfazli menegaskan pihaknya akan segera meminta Komisi 4 DPRK untuk memanggil Kadiskes guna dimintai pertanggungjawaban.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Blang Keujeren, Liza, belum dapat dimintai keterangan. Saat disambangi, yang bersangkutan tidak berada di tempat dan kabarnya sedang ke Tapaktuan. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi via pesan WhatsApp dari redaksi belum mendapat balasan, meski pesan tersebut telah terkirim dan dibaca (centang dua).[red]










