BANDA ACEH – Sarannews.net | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyampaikan perkembangan terbaru yang melegakan terkait upaya pemulihan sistem kelistrikan di Tanah Rencong. Hingga Minggu (14/12) pukul 15.00 WIB, proses pembangunan dua tower darurat (emergency tower) pada jalur transmisi Pangkalan Brandan – Langsa dilaporkan telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis PLN UID Aceh, penyelesaian infrastruktur darurat ini menjadi kunci utama untuk menormalkan kembali pasokan daya. Tower tersebut berfungsi memulihkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Aceh yang sebelumnya terputus total akibat bencana alam. Meskipun tim di lapangan terus bekerja keras, PLN mengakui adanya kendala teknis berupa kondisi cuaca ekstrem di lokasi pembangunan yang sedikit memperlambat gerak tim konstruksi.
PLN juga menjelaskan alur teknis penormalan listrik agar masyarakat memahami prosesnya. Setelah interkoneksi Sumatera-Aceh berhasil tersambung kembali melalui tower darurat tersebut, listrik tidak akan langsung menyala secara serentak. Tahap krusial selanjutnya adalah proses penyalaan kembali (start-up) mesin pembangkit di PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4.
Setelah pembangkit utama tersebut beroperasi, daya listrik kemudian akan dialirkan secara bertahap menuju 20 Gardu Induk, 558 penyulang, dan 15.717 gardu distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Aceh. PLN menegaskan bahwa prosedur pemulihan beban ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertahap untuk memastikan kestabilan tegangan serta keamanan jaringan secara keseluruhan.
Pihak PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses ini dan memohon dukungan serta doa dari seluruh masyarakat Aceh agar sistem kelistrikan dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat. Masyarakat juga diimbau untuk memantau perkembangan resmi hanya melalui kanal komunikasi sah milik PLN guna menghindari informasi simpang siur.(Tim Redaksi)










