Irigasi Jebol di Kluet Tengah, Plt Bupati Aceh Selatan Tinjau Lokasi Gagal Panen

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SaranNews – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan kembali memicu bencana alam yang berdampak serius pada sektor pertanian. Ratusan petani di Gampong Pulo Air, Kecamatan Kluet Tengah, terpaksa menelan pil pahit akibat ancaman gagal panen setelah sistem irigasi vital di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah.

Peristiwa ini bermula dari hujan deras yang terjadi pada Jumat sore lalu. Tingginya intensitas hujan menyebabkan volume air sungai meluap drastis hingga memicu abrasi hebat pada tanggul dan saluran irigasi. Akibatnya, pasokan air ke persawahan terganggu dan lahan pertanian warga mengalami kerusakan signifikan tepat di masa produktif.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE., langsung bergerak cepat meninjau lokasi bencana pada hari Sabtu. Dalam kunjungan kerjanya, Plt Bupati didampingi oleh Camat Kluet Tengah dan Penjabat (Pj) Keuchik Gampong Pulo Air untuk melihat langsung skala kerusakan infrastruktur serta dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

Di lokasi kejadian, rombongan pemerintah daerah menyaksikan kondisi saluran irigasi yang jebol, berlumpur, dan tidak berfungsi. Beberapa petak sawah milik warga juga tampak terendam dan dipastikan gagal diselamatkan. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan proses identifikasi kerusakan berjalan cepat sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah taktis.

Camat Kluet Tengah, Burhanudin, mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warganya.

“Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Kluet Tengah pada Jumat sore lalu meninggalkan luka mendalam bagi petani di Gampong Pulo Air,” ujar Burhanudin saat memberikan keterangan di lokasi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Plt Bupati berkomitmen untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Dinas terkait akan diinstruksikan untuk segera melakukan perbaikan permanen pada saluran irigasi yang tergerus agar musim tanam berikutnya tidak terganggu. Selain fokus pada perbaikan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan pangan dan dukungan lainnya untuk meringankan beban kerugian yang diderita oleh para petani.

Kerusakan infrastruktur irigasi ini menambah daftar panjang tantangan sektor pertanian di Aceh Selatan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut. (AW)

Penulis: M Rizky AwiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *