BANDA ACEH | SaranNews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Irpannusir, S.Ag., S.E., M.Ikom., menyerukan tindakan tegas kepada kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Barat Selatan Aceh (Dapil 9). Seruan ini disampaikan menyusul kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin memperparah penderitaan warga di tengah musibah banjir.
Irpannusir, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota Dewan Dapil 9, mengaku prihatin dengan laporan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ironisnya, di tengah kekosongan stok di SPBU, BBM justru marak dijual di tingkat pengecer dengan harga yang melambung tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut, Irpannusir meminta para Bupati dan unsur Forkopimda tidak tinggal diam dan segera turun ke lapangan.
“Minta bupati dan forkopimda keliling ke semua SPBU, jangan ada yang main-main di tengah kesulitan warga. Kita sedang berempati terhadap saudara-saudara kita yang kena bencana, jadi jangan ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan,” tegas Irpannusir dalam keterangannya kepada Sarannews, Rabu (3/12/2025).
Pernyataan keras ini dilontarkan mengingat kondisi masyarakat yang sedang terjepit. Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan dan sekitarnya telah melumpuhkan aktivitas ekonomi. Kesulitan ini kian bertambah dengan fenomena antrean panjang di SPBU dan mahalnya harga eceran yang jauh di atas harga wajar.
Irpannusir menduga adanya indikasi ketidakberesan dalam distribusi BBM yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum spekulan. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menindak tegas siapa saja yang terbukti menimbun atau mempermainkan harga di saat darurat bencana.
“Masyarakat butuh kehadiran pemerintah. Pastikan stok BBM tersedia untuk kebutuhan evakuasi dan aktivitas warga, jangan biarkan rakyat diperas di saat susah,” pungkasnya.(Redaksi)









