ACEH SELATAN | SaranNews – Penanganan banjir akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Jambo Papan, Kecamatan Kluet Tengah, masih menyisakan tanda tanya. Di tengah kekecewaan warga atas penolakan bantuan alat berat oleh PT PSU dan Koperasi Tiga Manggis, simpang siur koordinasi justru terjadi di tingkat pimpinan daerah, Kamis (27/11/2025) malam.
Keuchik Gampong Malaka, Kamel Amal, sebelumnya melaporkan bahwa akses transportasi dari Menggamat ke Kota Fajar terancam putus. Ia mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang dinilai tidak peka bencana.
Saat dikonfirmasi SaranNews terkait lambatnya penanganan, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Zainal, mengaku tidak menangani langsung negosiasi dengan pihak perusahaan. Ia mengklaim masalah tersebut telah diambil alih oleh Wakil Bupati.
“Ijin. Tadi saya sudah koordinasi dengan wakil Bupati dan beliau sudah koordinasi dengan ketua koperasi demikian pak,” ujar Zainal melalui pesan WhatsApp pukul 22.40 WIB. Zainal sendiri menyatakan pihaknya sedang fokus pada persiapan evakuasi warga di wilayah Trumon Raya.
Konfirmasi “Centang Biru” Tak Berbalas
Merespons klaim Kalak BPBD tersebut, redaksi SaranNews berupaya melakukan verifikasi langsung kepada Wakil Bupati Aceh Selatan pada pukul 22.44 WIB. Redaksi mempertanyakan kebenaran klaim BPBD serta hasil komunikasi Wabup dengan pihak PT PSU/Koperasi Tiga Manggis.
Pantauan redaksi, pesan konfirmasi tersebut telah berstatus centang dua biru (dibaca) oleh Wakil Bupati. Namun, belum ada sepatah katapun balasan yang diterima.
Demi keberimbangan informasi, redaksi kembali mengirimkan pesan susulan pada pukul 22.58 WIB untuk meminta kepastian jawaban.
“Kami (redaksi) menunggu jawaban bapak, utk berita lanjutan yg sedang kami susun,” tulis redaksi dalam pesan terakhirnya.
Sikap diam pimpinan daerah ini sangat disayangkan mengingat kondisi di lapangan membutuhkan keputusan cepat (diskresi) dari pemangku kebijakan, terutama untuk menekan pihak swasta (PT PSU) agar segera menurunkan alat berat yang dibutuhkan warga.
Hingga berita ini ditayangkan, masyarakat Kluet Tengah masih menunggu aksi nyata pemerintah daerah, bukan sekadar saling lempar tanggung jawab antar-instansi.[red]











