ACEH SELATAN, SARANNEWS – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan belum menunjukkan tanda-tanda reda. Dampak cuaca ekstrem ini kian meluas hingga menyebabkan kelumpuhan aktivitas warga di dua kecamatan, yakni Kluet Utara dan Kluet Tengah.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Sarannews, hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut selama empat hari berturut-turut. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan genangan air di badan jalan, tetapi juga memutus rantai pasokan logistik dan ekonomi masyarakat. Salah satu dampak paling signifikan dirasakan pada hari ini, Kamis (27/11/2025), di mana “Pekan Menggamat” atau hari pasar mingguan di wilayah Kluet Tengah tidak dapat beroperasi secara normal.
Tokoh Masyarakat Kluet, Gampong Gunung Pudung, Wismaidi Aris, mengonfirmasi kondisi kritis ini. Terputusnya akses transportasi dari Kota Fajar (Kluet Utara) menuju Menggamat (Kluet Tengah) menjadi penyebab utama terhentinya suplai barang kebutuhan pokok.
“Sudah 4 hari berturut hujan deras mengguyur kecamatan kluet utara dan kluet tengah,sehingga aktifitas warga lumpuh total,pada saat ini hari Kamis kami pastikan,pekan menggamat tidak bisa berjalan seperti biasa di karna kan barang kebutuhan warga kluet tengah,diangkut dari kota fajar kluet utara demikian,” ujar Wismaidi Aris dalam keterangannya.
Keterangan ini memperkuat pantauan visual sebelumnya yang memperlihatkan banjir merendam badan jalan lintas Kota Fajar – Menggamat di kawasan Desa Jambo Papan. Genangan air yang tinggi membuat kendaraan pengangkut barang dari pusat perdagangan di Kota Fajar tidak dapat menembus ke wilayah Menggamat, sehingga warga di Kluet Tengah terancam kesulitan mendapatkan stok kebutuhan harian mereka pada hari pasar ini.[red]












