Progres Tembus 60 Persen, Proyek Interior Polres Aceh Selatan Dikebut di Tengah Sorotan Fiskal Daerah

  • Bagikan

TAPAKTUAN | Sarannews – Pelaksanaan proyek Lanjutan Pembangunan Gedung dan Interior Kantor Polres Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan perkembangan fisik yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan data terbaru per 21 November 2025, realisasi pekerjaan tersebut mengalami surplus atau deviasi positif yang cukup signifikan dibandingkan jadwal rencana.

Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan ini dikerjakan oleh CV. Metropolis Real Estate Group. Sesuai papan informasi di lokasi, kegiatan ini menyedot Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp 2.765.540.000.

Sensitivitas Anggaran dan Kualitas Pekerjaan

Tim investigasi Forum Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (FORMAKI) memberikan perhatian khusus terhadap proyek ini. Ketua FORMAKI menilai, pengawasan terhadap kualitas pekerjaan harus dilakukan ekstra ketat, bukan hanya karena faktor teknis, melainkan karena adanya aspek sensitivitas anggaran daerah.

FORMAKI menyoroti bahwa alokasi dana miliaran rupiah dari APBD untuk mendukung fasilitas instansi vertikal ini dilakukan di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir.

“Publik memahami bahwa pembangunan fasilitas instansi vertikal sejatinya merupakan domain dan tanggung jawab pemerintah pusat. Namun, ketika Pemerintah Daerah yang kondisi keuangannya sedang ‘tidak baik-baik saja’ tetap harus menopang kebutuhan tersebut, maka ini adalah sebuah pengorbanan besar dari uang rakyat,” ujar perwakilan FORMAKI kepada Sarannews Jumat (21/11/2025).

Oleh karena itu, FORMAKI menegaskan bahwa anggaran daerah yang telah disalurkan tersebut sama sekali tidak boleh sia-sia. Setiap rupiah yang dikeluarkan di tengah himpitan ekonomi daerah wajib dibayar lunas dengan hasil pekerjaan yang berkualitas sempurna, presisi, dan tepat guna.

Catatan Teknis: Pantau Pengerjaan Meubelair Manual

Dalam tinjauan lapangan di Jalan T. Cut Ali, Tapaktuan, Kamis (20/11/2025), tim juga mendapati aktivitas pembuatan meubelair secara manual (custom) di lokasi. Pekerja terlihat merakit struktur backdrop dan meja pelayanan menggunakan bahan kayu olahan (plywood). Sementara itu, unit furnitur jadi (loose furniture) seperti kursi kerja tampak sudah tersedia.

FORMAKI mengapresiasi progres pengerjaan yang dicapai tersebut, namun tetap mengingatkan pengawas untuk jeli memastikan kualitas bahan baku, seperti ketebalan multiplek dan kualitas lem, serta kerapian pemasangan lapisan finishing (HPL) pada pengerjaan manual tersebut agar hasilnya setara dengan standar pabrikan.

PPTK: Rekanan Serius Pacu Pekerjaan

Di sisi lain, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Aceh Selatan, Rinal, membenarkan adanya percepatan progres di lapangan yang melampaui target.

“Rencana 40,67%, realisasi 60,34%,” ujar Rinal melalui pesan singkat, yang menunjukkan adanya deviasi positif hampir mencapai 20 persen.

Rinal mengapresiasi keseriusan penyedia jasa dalam mengejar target dan menegaskan belum ada kendala berarti. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan instruksi agar detail akhir diperhatikan.

“Belum ada kendala pak, meraka memang betul2 serius memacu pekerjaan dilapangan… Saran untuk rekanan untuk barang2 pabrikasi seperti tulisan nama dan ornamen pada backdrop untuk segera dilakukan pemasangan supaya selesai dan memiliki bobot 100%,” pungkas Rinal. (Tim Redaksi)

Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *