TAPAKTUAN | SaranNews – Pengerjaan proyek strategis penggantian Jembatan Gampong Alur Simerah, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, terus dikebut di tengah tantangan cuaca ekstrem. Meski sempat mengalami keterlambatan pada tahap awal akibat tingginya curah hujan, rekanan pelaksana kini memacu pekerjaan struktur bawah untuk mengejar ketertinggalan sebelum tutup tahun anggaran 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, proyek yang berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan ini dikerjakan oleh CV Samadua Berkarya. Sesuai papan informasi di lokasi, proyek ini menelan biaya Rp 1.295.370.000 bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan tanggal kontrak 14 Oktober 2025.
Realisasi Fisik Alami Deviasi
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Bina Marga Dinas PUPR Aceh Selatan, Gamal Halim, S.T., M.T., mengungkapkan data terbaru terkait progres pekerjaan. Berdasarkan laporan periode 14 Oktober hingga 12 November 2025, realisasi fisik di lapangan tercatat sebesar 23,72 persen.
Angka tersebut sedikit meleset dari target atau bobot rencana yang seharusnya mencapai 25,58 persen pada periode yang sama. Hal ini menyebabkan terjadinya deviasi (keterlambatan) sebesar minus 1,85 persen.
“Selama masa pelaksanaan pondasi bawah, ada beberapa kali terhambat kendala cuaca. Namun saat ini pekerjaan sudah dapat dipacu kembali,” jelas Gamal Halim saat dikonfirmasi mengenai penyebab deviasi tersebut.
Pantauan Lapangan: Fokus Struktur Bawah
Pantauan langsung di lokasi proyek memperlihatkan aktivitas konstruksi yang intensif. Sejumlah pekerja terlihat sedang melakukan pengecoran beton pada bagian pondasi jembatan. Struktur besi tulangan (rebar) vertikal yang rapat dan tinggi untuk konstruksi abutment (kepala jembatan) juga telah terpasang, menandakan kesiapan untuk naik ke tahap struktur bangunan atas.
Kondisi air sungai di sekitar lokasi proyek tampak keruh dan deras, yang secara visual mengonfirmasi bahwa kawasan hulu memang kerap diguyur hujan, menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja yang berkutat di dasar sungai.
Meski pekerjaan dikebut, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tetap menjadi sorotan. Sebuah papan peringatan “Safety First” tampak terpasang jelas di area proyek, mewajibkan penggunaan APD lengkap bagi siapa saja yang memasuki area kerja.
Urgensi Infrastruktur
Dalam dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK), Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyebutkan bahwa penggantian jembatan ini sangat mendesak. Infrastruktur lama dinilai sudah tidak memadai untuk menopang beban kendaraan yang semakin meningkat seiring laju pertumbuhan ekonomi wilayah. Perbaikan ini ditargetkan untuk mewujudkan kondisi jalan dan jembatan yang mantap guna mendukung mobilitas masyarakat Samadua dan sekitarnya.
Catatan Redaksi
Dengan sisa waktu tahun anggaran 2025 yang efektif tinggal sekitar 40 hari lagi, Deviasi Minus 1,85 persen ini, meskipun tergolong kecil, harus menjadi Alarm bagi rekanan. Percepatan volume kerja, penambahan tenaga, atau opsi kerja lembur menjadi langkah mutlak yang harus diambil CV Samadua Berkarya agar proyek senilai Rp 1,29 miliar ini tidak mengalami cut-off atau putus kontrak di akhir tahun.[red]
(Tim Redaksi)












