ACEH SELATAN | SaranNews – Insiden dugaan menu Makanan Bergizi (MBG) basi yang awalnya dilaporkan terjadi di SMPN 1 Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, pada Rabu (5/11/2025) kemarin, ternyata meluas ke sejumlah sekolah lain. Temuan ini terungkap setelah berita pertama menjadi viral di publik.
Informasi terbaru yang diterima sarannews menyebutkan, keluhan serupa juga dialami oleh siswa di SMP Muhammadiyah, SDN 7 Labuhanhaji, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah tersebut. Sekolah-sekolah ini diketahui menerima menu dari sumber Dapur MBG (SPPG) yang sama pada hari yang sama. Banyak wali siswa yang akhirnya menghubungi media untuk melaporkan kejadian yang sama setelah laporan awal dipublikasikan.
Lebih lanjut, menurut keterangan dari sumber yang terpercaya, anomali pada sajian menu MBG ini bukan yang pertama kali terjadi di Aceh Selatan, khususnya di kawasan Labuhanhaji Raya. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya juga pernah terjadi insiden serius di mana ditemukan pecahan-pecahan kaca di dalam menu makanan MBG yang dibagikan kepada siswa.
Menyikapi peristiwa beruntun ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FORMAKI menyampaikan keprihatinan dan kekhawatirannya. Ketua Formaki kembali menghimbau agar semua pihak peduli dan proaktif dalam memberikan informasi jika ada temuan kejanggalan atas menu MBG yang diterima siswa maupun ibu hamil di lingkungan masing-masing.
FORMAKI secara khusus mendesak pihak sekolah agar berani melakukan komplain langsung kepada pihak pengelola MBG setempat. “Jangan malah berupaya menutup-nutupi temuan kejanggalan hanya karena pertimbangan (tidak enak) dengan pengelola yang terkadang merupakan orang yang dikenal, saudara atau tetangga,Pihak sekolah harus menolak dan mengembalikan menu yang diketahui tidak sesuai, apalagi basi” ujar Ketua Formaki.
Ia menegaskan bahwa ini adalah persoalan serius menyangkut kesehatan dan keselamatan banyak orang. “Ini persoalan kesehatan dan keselamatan banyak orang (siswa) dan perasaan banyak orang tua siswa yang merasa was-was, karena banyaknya temuan kasus tentang MBG tersebut selama ini yang bahkan ada yang sampai keracunan. Ini perlu diwaspadai dan diantisipasi kedepan, dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, LSM tersebut juga mengingatkan pihak pengelola Dapur MBG (SPPG) agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Pihak pengelola diharapkan tidak hanya memikirkan keuntungan semata. “Tanggungjawab atas terjaminnya menu yang steril, heginis dan aman itu sangat penting dan harus diutamakan,” tambahnya.
FORMAKI mendesak agar pihak terkait segera memberikan atensi khusus atas kasus ini. “Agar dapat diambil langkah tegas untuk penindakan dan perbaikan kedepan,” demikian ujar Ketua Formaki.[red]










