Harga Kopi Robusta Aceh Naik, Petani Kini Nikmati Rp 23–24 Ribu per Bambu

  • Bagikan

Banda Aceh | SaranNews – Harga biji kopi robusta di tingkat petani di Aceh mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya harga jual belum mencapai Rp 20.000 per bambu, kini petani menikmati harga di kisaran Rp 23.000 hingga Rp 24.000 per bambu.

Mindarina, seorang petani sekaligus pegiat kopi Aceh, mengatakan bahwa tren kenaikan ini tidak lepas dari meningkatnya volume ekspor biji kopi robusta ke luar negeri.

“Kenaikan ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya kuantitas bijih kopi yang diekspor,” ujar Mindarina kepada SaranNews, Selasa (28/10/2025).

Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani yang selama ini mengeluhkan rendahnya nilai jual hasil panen. Dengan harga baru ini, petani mulai memiliki ruang lebih untuk menutupi biaya produksi dan perawatan kebun yang sebelumnya sering kali tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Namun, sebagian petani tetap berharap agar kenaikan harga ini tidak hanya bersifat sementara. Mereka menilai pemerintah dan pelaku pasar harus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan ekspor, agar keuntungan tidak hanya dinikmati oleh tengkulak atau eksportir semata.

Banyak pihak juga menilai bahwa momentum kenaikan harga ini seharusnya diikuti dengan peningkatan mutu pascapanen, dan promosi produk kopi Aceh di pasar global. Dengan demikian, petani lokal dapat memperoleh manfaat yang berkelanjutan dan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah.

Kenaikan harga kopi robusta di Aceh saat ini menjadi kabar baik bagi petani, sekaligus pengingat pentingnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka agar potensi kopi Aceh terus memberi manfaat jangka panjang. [red]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *