BARAT SELATAN | SaranNews – Sering terjadinya kekosongan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di sejumlah SPBU di wilayah Barat Selatan Aceh telah menimbulkan keluhan luas di tengah masyarakat. Situasi ini, seperti yang baru-baru ini diberitakan terjadi di SPBU 14.237.454 Labuhanhaji Barat, didesak untuk segera diatasi oleh pihak Pertamina agar tidak terus berlarut-larut dan merugikan warga.
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat angkat bicara dan mendesak adanya solusi konkret. Seorang tokoh Labuhanhaji Raya, M. Syarief, yang ditemui Sarannews saat sedang mengantri di SPBU tersebut, menyuarakan harapan masyarakat agar ada penambahan kuota BBM untuk wilayah Barat Selatan. Ia menegaskan bahwa dampak kekosongan ini sangat memberatkan warga setempat.
“dengan kondisi begini ini, seringnya terjadi kekosongan persediaan BBM yang kabarnya disebabkan oleh keterlambatan pasokan dan kekurangan Persediaan, kita berharap Pihak Pertamina dapat kiranya menambah Kuota untuk wilayah Barat selatan ini, apalagi di Labuhanhaji ini jika di SPBU ini terjadi kekosongan maka masyakat sangat mengeluhkan, karena untuk menuju ke SPBU lainnya itu sangat jaut, kalu tidak ke Tapaktuan maka ke Blang Pidie (Abdya), semoga Pertamina mengambil kebijakan yang tepat untuk kedepan ini dalam menyahuti aspirasi ini,” ujar M. Syarief.
Senada dengan M Syarif, seorang aktivis LSM, Alizamzam, juga menyoroti banyaknya keluhan yang ia terima terkait masalah yang sama. Ia menekankan pentingnya alokasi pasokan yang memadai dari pihak SPBU dan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah.
“kami banyak menerima keluhan masyarakat selama ini terkait seringnya BBM habis di SPBU, terutama BBM jenis Pertalite dan Bio Solar, kita berharap kedepan ini Pihak SPBU dan Pertamina bisa mengalokasikan Pasokan BBM yang memadai sesuai kebutuhan Masyarakat untuk setiap wilayah”, ujar Ketua LSM Formaki ini.
Kedua pernyataan tersebut menggarisbawahi satu tuntutan utama: masyarakat di wilayah Barat Selatan membutuhkan jaminan ketersediaan pasokan BBM. Keluhan yang berulang ini menunjukkan adanya masalah struktural dalam distribusi atau penetapan kuota yang harus segera dievaluasi dan ditangani secara serius oleh Pertamina.[red]










