Lampaui Target, Progres Rehab Dermaga Labuhan Haji Capai 67% dan Ditargetkan Selesai Lebih Awal

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SaranNews – Proyek strategis Pemerintah Aceh, Pekerjaan Rehab Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan, menunjukkan progres fisik yang signifikan. Pengerjaan proyek yang didanai dari sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2025 ini berjalan lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan.

Berdasarkan Laporan Progres Pekerjaan periode minggu ke-13, yang mencakup tanggal 21 hingga 27 Oktober 2025, realisasi fisik proyek telah mencapai 67,06%. Angka ini melampaui rencana fisik yang ditargetkan pada periode yang sama, yaitu sebesar 54,62%. Laporan tersebut mencatat adanya deviasi positif atau surplus progres sebesar 12,44% tanpa ada kendala berarti yang dilaporkan.

Saat tim Sarannews mengunjungi lokasi proyek, progres pekerjaan ini dikonfirmasi oleh pihak konsultan pengawas. Pak Adi dari CV. Centrina Engineering, yang berada di lokasi, menyampaikan bahwa progres pengerjaan hingga saat ini memang sudah berada di posisi 67 persen. Ia juga optimis pengerjaan dapat selesai lebih cepat dari jadwal kontrak. “ditargetkan pengerjaan bisa selesai pertengahan November mendatang,” ujarnya.

Sesuai papan informasi proyek, paket pekerjaan di bawah naungan Dinas Perhubungan Aceh ini memiliki nilai kontrak Rp. 2.312.909.000. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Bungie Jaya Nusantara selaku pelaksana, dengan CV. Centrina Engineering sebagai konsultan pengawas. Kontrak pekerjaan dimulai pada 23 Juli 2025 dan dijadwalkan selesai pada 19 Desember 2025.

Sementara itu, salah seorang personil pihak pelaksana, Armia, menyampaikan bahwa pengerjaan proyek tersebut sudah dimulai secara efektif sejak bulan Agustus yang lalu.

Adapun lingkup pekerjaan utama proyek ini adalah melakukan rehabilitasi pada konstruksi dermaga kapal feri penyeberangan ro-ro. Uraian singkat pekerjaan menjelaskan bahwa rehabilitasi ini mencakup penggantian konstruksi dermaga eksisting yang sudah mulai keropos pada bagian gelagar utamanya. Selain itu, sistem ketinggian dermaga yang semula menggunakan penyesuaian pasang surut secara hidrolik akan diubah menjadi konstruksi statis.[red]

Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *