Aceh Selatan | Sarannews – Pengunduran diri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Selatan, Ilham Sahputra, dari jabatannya, telah menjadi perbincangan hangat yang memicu berbagai spekulasi. Yang membuat peristiwa ini menjadi sorotan tajam bukanlah sekadar mundurnya seorang pejabat, melainkan momentum politik yang melingkupinya.
Publik mencatat dengan baik bahwa Ilham Sahputra adalah figur yang belum lama ini memegang posisi birokrasi tertinggi di kabupaten tersebut. Menjelang Pilkada 2024, ia ditunjuk oleh Pj Bupati Aceh Selatan saat itu, Cut Syazalisma (yang notabene adalah Sekda definitif), untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah. Penunjukan ini secara gamblang menunjukkan bahwa kapasitas dan kompetensinya telah teruji dan ia mendapat kepercayaan penuh dari pimpinan di masa transisi tersebut.
Namun, peta politik dan birokrasi berubah seiring tuntasnya Pilkada 2024. Setelah Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik, Pj Bupati Cut Syazalisma kembali ke posisi definitifnya sebagai Sekretaris Daerah. Secara otomatis, Ilham Sahputra pun kembali ke jabatannya semula sebagai Kepala BKPSDM.
Di sinilah letak anomali yang memicu tanda tanya besar. Keputusan Ilham Sahputra untuk mengundurkan diri justru datang di bawah kepemimpinan Bupati definitif yang baru. Tentu menjadi sebuah pertanyaan logis, mengapa seorang pejabat yang kapasitasnya telah terbukti mumpuni hingga dipercaya sebagai Plt Sekda di era Pj Bupati, kini memilih mundur setelah hadirnya kepemimpinan baru H Mirwan hasil Pilkada?
Ketiadaan keterangan resmi dari Ilham Sahputra sendiri menciptakan ruang hampa yang dengan cepat diisi oleh berbagai asumsi publik. Redaksi Sarannews.net telah berupaya mengirimkan pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, namun hingga berita ini disusun, pesan tersebut belum mendapatkan balasan.
Dalam “panggung” politik birokrasi, ketiadaan jawaban seringkali dianggap sebagai jawaban itu sendiri. Asumsi publik yang paling kuat saat ini tak bisa dilepaskan dari aroma dinamika politik pasca-Pilkada. Publik berspekulasi apakah terjadi “ketidakcocokan visi” atau kurangnya “chemistry” antara Ilham Sahputra dengan Bupati terpilih. Sebagai Kepala BKPSDM, posisinya sangat strategis dalam mengelola aparatur sipil. Apakah ada perbedaan pandangan terkait penataan birokrasi di era baru ini?
Spekulasi lain bisa mengarah pada dugaan bahwa yang bersangkutan merasa tidak lagi berada dalam lingkaran strategis pemerintahan baru, sehingga memilih jalur pengunduran diri sebagai sebuah sikap. Ini adalah hal yang lumrah terjadi dalam setiap transisi kekuasaan, di mana pejabat yang identik dengan rezim sebelumnya terkadang memilih menepi.[red]











