Banda Aceh | SaranNews – Festival Pustaka Kampung Impian 2025 akan resmi digelar pada 29 September hingga 3 Oktober 2025 di Pustaka Wilayah Aceh. Agenda tahunan yang sudah memasuki pelaksanaan ke-7 ini menghadirkan penampilan seni, pameran karya, serta ruang apresiasi untuk anak-anak dan masyarakat dari berbagai pelosok Aceh.
Festival ini diinisiasi oleh Komunitas Rumah Relawan Remaja (3R) sejak tahun 2018 sebagai medium kesetaraan, pemberdayaan, pemenuhan hak anak, pelestarian budaya, serta respon terhadap isu lingkungan.
Program ini menjadi bukti nyata kerja kolektif relawan yang turun langsung ke desa-desa terpencil untuk menghadirkan pendidikan alternatif berbasis literasi.

Relawan Menyebar ke Lima Kabupaten
Pada periode Desember 2024 hingga September 2025, para relawan 3R yang telah mengikuti serangkaian pembekalan berangkat ke sejumlah desa Pustaka Kampung Impian. Lokasi tersebut antara lain Desa Bah (Aceh Tengah), Lapeng Pulo Aceh dan Lam Lumpu (Aceh Besar), Baling Karang (Aceh Tamiang), serta Alue Keujreun/Sarah Baru (Aceh Selatan).
Di desa-desa ini, relawan memfasilitasi kelas-kelas kreatif untuk anak-anak dan masyarakat. Aktivitasnya mencakup literasi, seni, hingga diskusi lingkungan, yang semuanya bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kebanggaan terhadap kampung sebagai ruang hidup.
“Buku-buku dan bahan belajar bahkan harus dibawa dengan perjuangan panjang, mulai dari menyeberangi lautan, melewati arus sungai, hingga perjalanan darat belasan jam,” ujar Rahmiana Rahman, Penanggungjawab Pustaka Kampung Impian, saat ditemui SaranNews di sela persiapan acara di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Sabtu (27/9).
250 Karya dan 26 Pertunjukan
Hasil dari perjalanan panjang itu menghadirkan ratusan karya yang kini dipamerkan dalam Festival Pustaka Kampung Impian 2025. Dari proses kurasi, terpilih 250 karya di Ruang Pamer dan 26 pertunjukan di Ruang Seni.
Menurut Rahmiana, karya-karya tersebut bukan sekadar jumlah, melainkan representasi perjalanan sembilan tahun Pustaka Kampung Impian dengan konsep pendidikan merdeka dan berbudaya.
Terbuka untuk Umum
Festival yang mengusung tema “Kampungku Sekolahku” ini berlangsung setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, terbuka untuk umum dan gratis. Publik diajak menikmati pameran karya anak-anak desa, menyaksikan penampilan seni budaya, sekaligus merayakan semangat tumbuh bersama dengan penuh harmoni.
“Selamat menikmati Festival Pustaka Kampung Impian 2025 yang disajikan dengan tujuan menghadirkan senyum, menumbuhkan kepedulian, dan mengingatkan kita pada tumbuh bersama dalam harmoni,” pungkas Rahmiana.
Festival ini diharapkan bukan hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga momentum memperkuat jejaring relawan, anak-anak, dan masyarakat dalam menjaga pendidikan berbasis budaya di Aceh. [red]












