Pasar Almahira terus dibenahi dengan 4 paket Proyek Tahun ini,Transparansi dipertanyakan

  • Bagikan

Banda Aceh | SaranNews – Dua paket pekerjaan di Pasar Al-Mahirah Rehabilitasi Pasar Unggas dan Pembangunan Saluran Drainase dipastikan sedang berjalan. Namun saat SaranNews melakukan kunjungan dan peliputan, tidak satu pun personel pelaksana proyek hadir di lokasi, demikian pula konsultan pengawas absen ketika aktivitas pekerjaan berlangsung.

Pada paket Drainase (02/SPK/DISKOP/IX/2025; nilai Rp157.487.000; pelaksana CV Mayang Karya; pengawas CV Gradian Energi; masa kerja 4 September–2 November 2025), di lapangan terlihat galian memanjang di antara kios, pemasangan tulangan dan bekisting, serta peringatan sederhana “awas galian”. Jalur pejalan pasar menggunakan papan seadanya dan material menumpuk di tepi kios, berpotensi membahayakan pembeli dan pedagang. Pada Rehab Pasar Unggas, pekerja tampak menggarap rangka atap, sebagian memakai helm, tetapi APD tidak lengkap dan area kerja bercampur dengan aktivitas pasar.

Meski papan proyek tersedia, SaranNews tidak menemukan site office kontraktor, time schedule, atau kurva-S pada kedua paket. Ketiadaan data progres terbuka membuat publik tak bisa mengukur deviasi pekerjaan terhadap rencana mingguan.

Konfirmasi dari pengelola pasar: Ketua Pasar, Candra, ketika dihubungi via WhatsApp menjawab, “Kbtulan saya sdh pulang bg…. terkait rehab pasar dan mushalla insha Allah dlm beberapa hri ini akan mulai kerja … skrg sdng tahapan relokasi pedagang yg akan di bangun kiosnya permanen sejumlah 4 unit….” Ia menambahkan, “Dan proyek tersebut dibawah tanggung jawab dinas diperindaq kota Banda Aceh…. utk koordinasi sdh kita lakukan bg terkait kegiatan dilap ..” Saat ditanya lebih lanjut soal kios, Candra menegaskan, “Iya bg yg dibangun sekarang 4 kios… jadi 4 pedagang yg sewa … pembangunan nya skrg lanjutan sambungan kios yg dibangun tahun lalu… jdi tahun ini dibangun 4 kios….”tutupnya.

Kepala UPTD Pasar, Mairizal, yang dihubungi terpisah menyatakan, “Saya juga selama ini gak tau pak, krn itu kerjaan di pegang ma dinas”, jawabnya singkat.

Sementara Kabid Perdagangan pada dinas terkait, Ichlas, membenarkan adanya empat paket di Pasar Al-Mahirah tahun ini. Dua paket sedang dikerjakan rekanan, sedangkan dua paket lainnya masih proses tender.

Temuan lapangan SaranNews memperlihatkan minimnya kehadiran pelaksana dan pengawas pada jam kerja, kelemahan K3 (APD tidak lengkap, akses pejalan kaki yang rawan), serta rendahnya transparansi progres (tanpa kurva-S/time schedule di lokasi). Dengan jadwal kontrak yang ketat, khususnya drainase yang berakhir 2 November 2025 ketidakjelasan deviasi berpotensi berimbas pada mutu pekerjaan dan kenyamanan layanan pasar bagi pedagang dan pembeli.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas belum dapat dikonfirmasi, karena tidak ditemukan dilapangan dan redaksi sedang upayakan mendapatkan nomor kontaknya.

Sarannews akan terus melakukan Liputan secara berkala, dan mengawal proyek pembangunan yang  menggunakan uang rakyat tersebut, kami akan mengabarkan kepa public perkembanannya hingga proyek tersebut selesai hingga masa pemeliharaannya.[red]

Penulis: MutiaraEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *