Jelang 1 Hari Idul Fitri, Serba 35 Ribu Diburu Warga, Pasar Biasa Sepi

  • Bagikan
Toko Serba 35 Ribu Yang Terletak Di Simpang Empat Kluet Utara Dipadati Pembeli, Minggu, 30 Maret 2025

SaranNews.Net – Jelang 1 hari hari Idul Fitri 1446 H, pasar yang menjual baju dan pakaian jadi di Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara terlihat sepi, tidak seramai tahun lalu. Hal tersebut dapat dilihat dari parkiran kendaraan roda dua yang tidak begitu padat.

“Tahun ini memang agak sepi bang, berbeda dengan tahun lalu  padat” kata salah satu tukang parkir, Minggu 30 Maret 2025.

Pantauan media ini, kondisi pembeli di pasar Kota Fajar tidak begitu ramai, hal ini bisa saja terjadi akibat kondisi perekonomian mulai pusat hingga ke daerah yang belum stabil.

Suasana Los Pasar Pakaian Jadi Kota Fajar Kluet Utara, Minggu 30 Maret 2025

Begitupun, daya beli masyarakat drastis menurun, sebab biasanya di pasar Kota Fajar setiap akhir ramadhan selalu padat dikunjungi pembeli dari berbagai kecamatan yang ada di wilayah Kluet Raya.

“Tahun ini agak kuranh daya beli masyarakat, biasanya di akhir ramadhan seperti ramai dikunjungi pembeli” sebut salah satu penjual pakaian di pasar Kota Fajar.

Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi di toko serba Rp. 35 ribu yang terletak di Simpang Empat Kecamatan Kluet Utara, pembeli datang memenuhi toko tiga pintu tersebut. Bahkan tukang parkir pun nampak sibuk mengatur kendaraan yang setiap waktu datang ke tempat tersebut.

“Hampir setiap hari , ramai orang datang kemari pak” kata salah satu tukang parkir, Minggu 30 Maret 2025 kepada SaranNews.Net.

Untuk diketahui, sejak awal ramadhan daya beli masyarakat terhadap semua kebutuhan mulai menurun. Bisa saja hal itu terjadi akibat dari kebijakan fsikal nasional melakukan efesiensi anggaran.

Disisi lain, pelaksanaan kegiatan anggaran baik ditingkat provinsi dan daerah belum juga dilaksanakan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.

Begitupun, di Aceh Selatan misalnya, tidak cairnya anggaran dana desa tahun 2025 dan masih banyak SPM tahun 2024 yang belum dicarkan, bisa saja menjadi salah satu penyebab menurunnya daya beli masyarakat. 

Tak hanya itu, kondisi defisit anggaran yang saat ini menjadi momok bagi pemerintahan H.Mirwan dan Baital Mukadis untuk bisa bangkit dan bangun dari situasi yang terjadi saat ini.|HS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *