Anggota DPRK Aceh Barat, Menilai PT. Mifa Bersaudara Terlalu Beralasan Ketika Disorot

  • Bagikan

SaranNews.Net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani, menilai PT Mifa Bersaudara terlalu banyak beralasan ketika mendapat sorotan, tetapi justru diam saat masyarakat menghadapi persoalan nyata,Senin (24/4/2025).

“Saat perusahaan dikritik, selalu ada alibi—katanya investasi terhambat, ada ancaman PHK, dan sebagainya. Tapi ketika pengangguran di Aceh Barat semakin parah, di mana suara mereka?” tegas Ahmad Yani dengan nada geram.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah minimnya kesempatan bagi tenaga profesional asal Aceh Barat untuk menempati posisi strategis di PT Mifa.

“Tunjukkan satu saja tenaga profesional asli Aceh Barat di Mifa yang diberi jabatan bagus. Sudah 13 tahun mereka beroperasi di sini, apakah ada niat memberi kesempatan bagi putra daerah?” tantangnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan, yang dirasakan langsung oleh nelayan.

“Saat nelayan mengeluh jaring mereka sering tersangkut batu, mana tanggung jawab perusahaan? Jangan hanya bicara investasi tapi menutup mata terhadap masalah yang ditimbulkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ahmad Yani turut menyoroti penggunaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) oleh perusahaan. Menurutnya, biaya sewa yang dibayarkan PT Mifa sudah terlalu lama stagnan dan perlu disesuaikan.

“Sepuluh tahun lalu hanya Rp 202 juta. Sekarang, ketika kami meminta kenaikan yang wajar sesuai perkembangan zaman, malah ada drama. Seharusnya perusahaan paham bahwa ini demi kepentingan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mifa. “Jangan sekadar seremonial! Tunjukkan satu kelompok atau organisasi binaan CSR yang benar-benar mandiri dan berkembang karena program ini,” tantangnya lagi.

Tak ketinggalan, Ahmad Yani juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya terlalu cepat membela perusahaan tanpa memahami situasi di lapangan.

“Selalu ada pahlawan kesiangan saat perusahaan disorot. Saya kecewa dengan pernyataan Ketua Fraksi NasDem DPRA. Seharusnya beliau melihat dulu, berdiskusi dengan Pemkab, dan memahami kondisi yang sebenarnya terjadi,” sindirnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Mifa maupun Ketua Fraksi NasDem belum memberikan tanggapan resmi. Namun, masyarakat Aceh Barat kini menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji dan alasan.|AF

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *