BANDA ACEH | SNN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh berkomitmen kembali memperkuat promosi potensi pariwisata daerah di tingkat nasional maupun internasional pada tahun 2026. Hal ini seiring dengan adanya alokasi anggaran kegiatan promosi wisata di luar Provinsi Aceh dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan, dengan nilai sekitar Rp814 juta.
Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung partisipasi Aceh dalam berbagai ajang promosi pariwisata di luar daerah, baik berskala nasional maupun internasional. Salah satu agenda yang menjadi target partisipasi adalah Pekan Raya Jakarta (PRJ), yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, S.STP, M.Si, kepada media menjelaskan bahwa besaran anggaran tersebut merupakan pagu yang telah disetujui dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Kami akan memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk mendukung keikutsertaan dalam berbagai event promosi di luar daerah. PRJ menjadi salah satu agenda yang direncanakan, selain peluang partisipasi pada kegiatan lainnya,” ujarnya.
Keikutsertaan Aceh dalam ajang pameran seperti PRJ diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan potensi pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif daerah kepada khalayak yang lebih luas, setelah beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian program.
Disbudpar Aceh optimistis, meskipun anggaran yang tersedia berada di bawah estimasi awal, pelaksanaan program promosi tetap dapat berjalan secara efektif melalui perencanaan yang matang dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Partisipasi dalam berbagai event tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Aceh serta memperluas jangkauan promosi produk ekonomi kreatif di pasar nasional maupun internasional. [red]











