Laporan T. Zuhar Nizan | Sarannews.net
ACEH SELATAN | SNN – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan pusat perbelanjaan dan permukiman di Gampong Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Amukan si jago merah pada waktu malam hari tersebut dilaporkan telah menghanguskan setidaknya 13 unit rumah toko atau ruko milik warga setempat. Peristiwa nahas ini memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat, mengingat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya akibat jarak ruko yang saling berdempetan.

Berdasarkan rekaman video amatir warga dan pantauan langsung di lokasi kejadian, tampak jelas kobaran api yang sangat besar membumbung tinggi menerangi langit malam yang gelap. Suasana di sekitar lokasi terasa cukup mencekam dengan banyaknya warga yang berkerumun di jalanan raya untuk menyaksikan peristiwa tersebut dari jarak aman, sementara beberapa di antaranya terdengar panik dan bersahut-sahutan. Keterangan lisan dari warga dan saksi mata di lapangan mengonfirmasi bahwa belasan ruko tersebut benar-benar tidak dapat diselamatkan dari kepungan api yang begitu cepat membesar.
Dalam situasi yang genting tersebut, armada pemadam kebakaran terlihat sudah berhasil merangsek masuk ke dekat titik lokasi kejadian dengan lampu darurat yang terus menyala menerobos kerumunan warga. Para petugas pemadam kebakaran yang dibantu aparat dan masyarakat sekitar langsung berjibaku menyemprotkan air untuk melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke bangunan di seberangnya. Besarnya volume api yang membakar struktur bangunan berlantai tersebut membuat upaya pemadaman dan pendinginan membutuhkan tenaga dan kewaspadaan ekstra dari seluruh tim di lapangan.
Hingga berita ini dilaporkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai dugaan pasti penyebab awal munculnya titik api maupun detail mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam musibah ini. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan bersama aparat kepolisian setempat diperkirakan masih berfokus pada upaya pendinginan lokasi, pengamanan area, serta pendataan komprehensif untuk menaksir total kerugian material yang diakibatkan oleh ludesnya 13 unit ruko di pusat keramaian Kota Fajar tersebut.[TZN]












