Di Tengah Kemeriahan Lebaran Banda Aceh, Warga Terdampak Bencana Masih Bertahan dalam Keterbatasan

  • Bagikan

BANDA ACEH | SNN – Suasana Hari Raya Idulfitri di Banda Aceh tahun ini berlangsung sangat meriah. Masyarakat tampak memadati berbagai pusat keramaian, mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, destinasi wisata, hingga ruang terbuka publik untuk merayakan momen kemenangan bersama keluarga.

Namun, di balik hiruk-pikuk kemeriahan tersebut, masih ada sebagian warga yang belum bisa merasakan kebahagiaan serupa. Sejumlah masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Aceh hingga kini dilaporkan masih bertahan dalam kondisi serba terbatas. Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kenyamanan dan kebersamaan keluarga, para penyintas bencana justru harus melewati hari raya di barak-barak pengungsian maupun rumah yang belum sepenuhnya layak huni.

Keterbatasan fasilitas, logistik, hingga sulitnya akses pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi tantangan nyata yang mereka hadapi sehari-hari. Momentum Idulfitri sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai ajang perayaan semata, tetapi juga sebagai panggung untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang masih tertatih memulihkan kehidupan.

Realita bahwa gemerlap kembang api dan petasan yang menghiasi langit kota sejatinya dibakar dari uang rakyat sendiri, menjadi sebuah ironi dan kontras yang tajam jika disandingkan dengan kondisi sebagian warga yang masih kesulitan sekadar untuk memenuhi hajat hidup pasca-bencana. (TP)

Penulis: Tengku Putri IsnaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *