BANDA ACEH | SNN — Museum Tsunami Aceh terus menunjukkan daya tarik yang luar biasa sekaligus kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah. Berdasarkan data rekapitulasi tingkat kunjungan, antusiasme masyarakat lokal hingga mancanegara untuk mempelajari sejarah dan mitigasi bencana di bangunan ikonik ini mampu menghasilkan putaran ekonomi yang besar. Sepanjang tahun 2025, museum yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini menerima total 290.968 pengunjung.
Dengan penerapan tarif tiket masuk sebesar Rp5.000 (lima ribu rupiah) per orang, potensi pendapatan dari retribusi tiket pengunjung sepanjang tahun lalu diperkirakan menembus angka 1,45 miliar rupiah. Tren positif ini terus berlanjut pada awal tahun, di mana pada bulan Januari 2026 saja tercatat 35.000 pengunjung yang berhasil menyumbang penerimaan sekitar 175 juta rupiah. Penerimaan kas daerah dari sektor pariwisata edukasi ini diyakini jauh melebihi angka tersebut, mengingat belum dilakukannya akumulasi dengan nilai kontrak pengelolaan fasilitas komersial seperti kafe dan toko suvenir yang dikelola penuh oleh pihak ketiga di lantai bawah museum.
Di sisi lain, tingginya angka kunjungan tersebut harus diimbangi dengan perawatan bangunan berskala internasional yang membutuhkan penanganan khusus dan bertahap. Proses perbaikan gedung seperti penanganan kebocoran plafon dilaporkan cukup menantang karena terkendala oleh rumitnya instalasi kelistrikan dan pipa air yang tertanam menyatu di dalam struktur dinding beton karya arsitek Ridwan Kamil tersebut. Pembenahan fasilitas pendukung juga terus didorong agar semakin ramah bagi penyandang disabilitas, meskipun saat ini pihak pengelola mengakui belum memiliki tenaga penerjemah khusus bahasa isyarat untuk mendampingi pengunjung tunarungu. Sementara itu, untuk menyesuaikan ritme kerja selama bulan Ramadhan, pihak pengelola melalui Edukator Museum Tsunami Aceh, Nur Latifa, memastikan pelayanan edukasi tetap berjalan maksimal dengan memberlakukan penyesuaian jam operasional yang ditutup lebih awal pada pukul 15.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi sarannews.net telah melayangkan surat permohonan konfirmasi resmi kepada Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh M. Syahputra Azwar, S.STP., M.Ec.Dev, guna meminta transparansi rincian realisasi PAD serta besaran alokasi anggaran pemeliharaan gedung yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026. Namun, hingga Jumat (13/3) malam, pihak otoritas museum belum memberikan tanggapan maupun balasan atas permohonan wawancara tersebut.[red]











