Rehab Gedung Tuntas 100 Persen, RSUD Aceh Besar Kini Fokus pada Pemenuhan Alat dan SDM Spesialis

  • Bagikan

ACEH BESAR | SNN – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar memastikan proyek rehabilitasi Gedung Poliklinik dan Rawat Inap telah rampung 100 persen secara fisik maupun administrasi pada akhir tahun 2025. Kini, fokus manajemen beralih pada optimalisasi fungsi gedung, pemenuhan alat kesehatan canggih, serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) spesialis.

salah satu ruang rawat inap yang sedang ditempati oleh pasien (Foto Dok SNN)

Direktur RSUD Aceh Besar dr. Bunaiya Putra, MKM. Yang didampingi Kasubbag Umum Rafifuddin, SH, Dalam wawancara dengan awak media menjelaskan bahwa seluruh kewajiban pembayaran kepada pihak rekanan telah diselesaikan pada Desember 2025. Namun, sesuai regulasi, manajemen masih menahan dana retensi sebesar 5 persen sebagai jaminan masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan guna mengantisipasi perbaikan jika terjadi kerusakan.

“Gedung ini sudah mulai difungsikan secara bertahap sejak Januari dan proses pemindahan rampung awal Februari ini. Meski operasional sudah berjalan, kami terus melengkapi kebutuhan pendukung seperti mebeler dan partisi untuk kenyamanan pasien,” ujarnya.

Standar KRIS dan Layanan Prioritas

Gedung baru ini dirancang untuk mendukung transformasi layanan kesehatan di Aceh Besar. Lantai tiga didedikasikan sepenuhnya untuk ruang rawat inap yang telah memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan, dengan kapasitas maksimal empat tempat tidur per kamar.

Sementara itu, lantai satu difokuskan untuk layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dengan selesainya rehabilitasi ini, total kapasitas tempat tidur rumah sakit meningkat menjadi 114 unit, terdiri dari 100 tempat tidur lama dan 14 unit baru.

“Kami juga sedang dalam proses serah terima dan instalasi alat medis canggih bantuan Kementerian Kesehatan, seperti CT Scan dan Mamografi, yang ditempatkan di lantai satu,” tambahnya.

Tantangan SDM dan Anggaran Operasional

Terkait kesiapan tenaga medis, RSUD Aceh Besar Kasubbag Umum Rafifuddin menambahkan bahwa saat ini diperkuat oleh 27 dokter spesialis (23 PNS dan 4 dokter tamu) serta 16 dokter umum, dengan rasio perawat yang dinilai memadai (1:5). Kendati demikian, manajemen mengakui masih adanya kebutuhan mendesak untuk dokter spesialis jantung definitif dan tenaga radiologi guna mengoperasikan alat-alat baru.

“Saat ini untuk jantung kami masih dibantu dokter tamu. Kami sedang menunggu dokter internal menyelesaikan pendidikan, sekaligus menyiapkan tenaga radiologi khusus,” jelas Direktur.

Di sisi lain, meski telah meraih akreditasi Paripurna pada Desember 2024, RSUD Aceh Besar menghadapi tantangan keterbatasan lahan yang hanya seluas 3.600 meter persegi. Selain itu, operasional alat-alat canggih dipastikan akan meningkatkan beban biaya listrik dan pemeliharaan secara signifikan.

“Harapan kami, ada dukungan anggaran operasional yang kuat dari Pemerintah Daerah, baik lewat APBD maupun Dana Otsus, khususnya untuk biaya listrik dan perawatan alat medis. Ini krusial agar mutu layanan yang sudah baik ini bisa terus berkelanjutan,” tutupnya.

Selain wawancara khusus dengan pimpinan, awak media sarannews juga sempat melakukan peninjauan kondisi Gedung dan ruangan yang baru direhab tersebut, didampingi oleh dua orang petugas Rumah Sakit, Edi Sambara dan Khairil Fahman, terlihat ruangan Rawat inap sudah mulai difungsikan dengan menampung Pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan.[Tim Redaksi]

Penulis: Mersal WandiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *