TAPAKTUAN | SNN — Sebuah momen penuh makna tersaji di sela prosesi wisuda Politeknik Aceh Selatan angkatan XII dan XIII di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin (9/2/2026). Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menerima langsung sebuah karya inspiratif berjudul “Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan” dari penulisnya, Hasbaini, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen Politeknik Aceh Selatan.
Buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sebuah perjalanan batin penulis dalam menaklukkan tantangan hidup dan berdamai dengan proses panjang perjuangan. Melalui 122 kutipan motivasi, Hasbaini merangkai refleksi kehidupan yang sarat makna, diperkaya nilai-nilai agama, filsafat, psikologi, serta wawasan sosial, sehingga menjadikannya panduan hangat bagi siapa pun yang ingin bangkit dan menemukan kembali arah hidup. Karya ini mengajak pembaca untuk menggali potensi diri, berani keluar dari zona nyaman, serta melihat setiap kesulitan sebagai ladang peluang. Bagi mereka yang tengah jatuh, letih, atau kehilangan semangat, buku ini hadir layaknya teman seperjalanan yang membisikkan bahwa harapan selalu ada dan perjuangan tidak boleh berhenti.
Plt. Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya karya tersebut. Baginya, buku ini bukan hanya sekadar karya individu, tetapi juga cerminan kualitas intelektual muda Aceh Selatan yang perlu terus diberi ruang untuk tumbuh. Baital menegaskan bahwa daerahnya memiliki banyak potensi intelektual muda yang perlu didorong untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberi manfaat bagi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Baital memberikan testimoni khusus mengenai sosok penulis yang telah ia kenal dengan baik. “Saya sangat mengenal sosok Hasbaini. Ia kreatif, pekerja keras, dan aktif dalam berbagai organisasi. Perjalanan hidupnya tidak mudah, dan itu yang membuatnya layak menjadi inspirasi bagi anak muda,” ujar Baital. Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan agar generasi muda terus aktif dalam membangun daerah melalui literasi dan karya nyata. “Saya berharap para intelektual muda Aceh Selatan terus memberikan kontribusi melalui karya nyata untuk mewujudkan Aceh Selatan yang maju dan produktif,” tutupnya. Dengan hadirnya buku ini, diharapkan semakin banyak generasi muda di Aceh Selatan yang terinspirasi untuk bangkit, berani bermimpi, serta menjadikan literasi sebagai jalan membangun masa depan yang lebih baik.[KB]












