Lewat ‘Biruni’, Haikal Riza Kenalkan Seni Seumapa Aceh ke Generasi Muda Melalui Cerita Dwibahasa

  • Bagikan

BIREUEN | SNN – Upaya melestarikan kekayaan budaya Aceh kini hadir melalui medium literasi yang menyasar generasi muda. Haikal Riza, seorang pemuda asal Gandapura, Kabupaten Bireuen, menghadirkan karya sastra anak dwibahasa berjudul “Sapa Seniman Seumapa” sebagai sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. Buku ini ditulis dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Aceh, untuk memudahkan penyampaian pesan budaya kepada anak-anak.

Haikal Riza, yang merupakan alumni Magister Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM), dikenal aktif sebagai penulis dan peneliti sastra. “Sapa Seniman Seumapa” merupakan karya sastra anak pertamanya dan menjadi buku kelima yang telah ia terbitkan. Penulisan buku ini berangkat dari minat dan konsistensinya di bidang sastra anak yang telah ia tekuni sejak penelitian tesisnya.

Dalam ceritanya, Haikal memperkenalkan tokoh utama bernama “Biruni”. Nama tersebut dipilih sebagai padanan dari Kota Bireuen dalam bahasa Arab untuk menandakan kedekatan cerita dengan latar daerah asal sang penulis. Karakter Biruni sendiri terinspirasi dari anak-anak di lingkungan sekitar serta refleksi pengalaman masa kecil Haikal, yang kemudian dijadikan jembatan untuk menyampaikan nilai budaya dengan cara yang lebih mudah diterima oleh pembaca seusia mereka.

Fokus utama dalam karya ini adalah pengenalan “Seumapa”, seni tutur khas Aceh berupa pantun atau tuturan berirama yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat. Haikal mengaku keresahan akan memudarnya pengetahuan generasi muda terhadap Seumapa menjadi alasan kuat di balik penerbitan buku ini. Ia sengaja memilih pendekatan fiksi anak agar pesan yang disampaikan tidak terkesan menggurui.

“Biarkan tokoh anak dalam cerita ini yang menyampaikan kepada anak-anak lain bahwa Seumapa itu ada dan menarik untuk dipelajari,” ujar Haikal menekankan pentingnya sudut pandang anak dalam pewarisan budaya.

Lebih lanjut, Haikal berharap cerita ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta daya pikir kritis pembaca muda terhadap budaya lokal. Kabar baik bagi masyarakat, buku “Sapa Seniman Seumapa” dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Balai Bahasa Aceh. Menurut Haikal, kemudahan akses literasi ini harus dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak mereka di era digital sehingga cerita anak tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai luhur. (DI)

Penulis: Dhilal IhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *