BIREUEN | SNN — Di balik antrean panjang kendaraan yang melelahkan di Jembatan Bailey Kuta Blang, terdapat puluhan petugas yang harus bertaruh kesehatan setiap harinya. Guna memastikan arus distribusi logistik tetap mengalir, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menyiagakan total 20 personel yang bekerja dalam sistem giliran ketat, Selasa (3/2/2026).
Maimun, salah seorang anggota Dishub Aceh di lokasi, merincikan bahwa setiap shift pagi dan sore diawaki oleh 10 personel. Penjagaan berjam-jam di tengah cuaca panas dan paparan asap knalpot truk lintas provinsi menuntut stamina fisik yang prima. Sebagai langkah mitigasi, pihak dinas membekali petugas dengan masker, konsumsi rutin, hingga pasokan obat-obatan guna menjaga kebugaran di lapangan.
“Untuk saat ini ketetapannya masih 10 orang per giliran kerja,” jelas Maimun kepada saranNews. Kehadiran petugas ini menjadi krusial, mengingat volume kendaraan yang terus meningkat di atas pukul 10 pagi seringkali memicu kekacauan jika tidak diatur secara manual. Publik diimbau untuk kooperatif mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama di area jembatan darurat tersebut. (DI)










