BANDA ACEH | SaranNews — Agenda kebersihan di jantung Kota Banda Aceh mendapat kritik pedas dari warga. Meski badan jalan di kawasan strategis Blang Padang nampak bersih, fasilitas publik berupa halte Transkotaraja justru ditemukan dalam kondisi kumuh dan luput dari pengawasan petugas kebersihan, Jumat (30/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan petugas kebersihan terkonsentrasi pada pembersihan parit dan tepi jalan raya. Ironisnya, area halte yang hanya berjarak beberapa meter justru dipenuhi tumpukan sampah plastik dan sisa makanan yang berserakan di lantai akibat tempat sampah yang telah meluap.
“Kalau cuma jalan yang bersih tapi halte dibiarkan kotor, itu namanya belum tuntas. Harusnya ada yang mengawasi, bukan cuma datang bersihin lalu pergi,” keluh CR, salah seorang pedagang di sekitar lokasi. Lemahnya pengawasan ini membuat program kebersihan terkesan hanya mengejar formalitas visual tanpa menjamin kenyamanan pengguna fasilitas umum. Masyarakat mendesak pemerintah kota untuk mengevaluasi skema pengawasan rutin agar fasilitas publik tidak lagi dianggap sebagai “anak tiri” dalam agenda pembersihan kota. (TPI)











