ACEH BESAR | SaranNews – Objek wisata Wahana Impian Malaka (WIM) 69 di Desa Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, dipadati ribuan pengunjung pada akhir pekan ini, Minggu (25/1/2026).

Pantauan Sarannews di lokasi, area parkir objek wisata tersebut dipenuhi deretan kendaraan pribadi hingga bus pariwisata. Kepadatan juga terlihat di area kolam pemandian dan panggung utama.
Salah seorang pengunjung asal Medan, Sumatera Utara, Ucok, mengaku sengaja datang jauh-jauh bersama rombongannya untuk menikmati suasana liburan di Aceh Besar.
“Kami satu rombongan anak muda ini datang khusus dari Medan untuk liburan ke sini. Kami sangat menikmati tempat dan suasana di sini, kami juga bisa karaokean dengan gratis,” ujar Ucok kepada wartawan di lokasi.

Didominasi Wisatawan Luar Daerah
Manajer WIM 69, Arif Fadhillah atau yang akrab disapa Eric, membenarkan bahwa tren kunjungan saat ini memang didominasi oleh wisatawan dari luar daerah.
“Mungkin hari ini sekitar 1.500 sampai 2.000 pengunjung. Asal wisatawan biasa lebih ramai dari luar kabupaten daripada dari Aceh Besar dan Banda Aceh,” jelas Eric.
Meski ramai, Eric menyebut angka ini belum memecahkan rekor kunjungan bulan ini yang sempat menyentuh angka 5.000 orang. Ia mengakui sempat ada penurunan tren kunjungan pada peralihan tahun akibat faktor bencana alam di wilayah lain.
Terkait fasilitas hiburan yang disinggung pengunjung, Eric menjelaskan bahwa manajemen memang menyediakan panggung hiburan yang bisa diakses cuma-cuma.
“Untuk hiburan live music itu untuk setiap hari buka, bebas gratis,” tambahnya.
Serap 85 Tenaga Kerja Lokal
Selain menjadi sarana rekreasi berkapasitas 11.000 orang, keberadaan WIM 69 juga berdampak positif pada ekonomi warga sekitar. Eric menyebutkan, kehadiran wisatawan sangat membantu penjualan produk UMKM lokal, khususnya kuliner khas Roti Selai Samahani.
“Sangat membantu UMKM sekitar, roti selai dan ketan selai yang khas Samahani laku keras di sini. Belum lagi makanan-makanan lain,” ungkapnya.
Manajemen juga memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal dalam operasionalnya.
“Dan kita telah menampung dan mengurangi pengangguran sampai 85 orang. Karyawan ini termasuk karyawan penjualan,” pungkas Eric. (Redaksi)










