Emas Tembus Rp9 Juta, Orang Tua di Aceh Besar Mulai Fleksibel Soal Mahar Demi Kemaslahatan

  • Bagikan
(Foto: Dok. saranNews/Sariril Karamah)

ACEH BESAR | SaranNews — Lonjakan harga emas yang kini menyentuh angka Rp9 juta per mayam mulai mengubah cara pandang masyarakat di Aceh Besar terhadap tradisi mahar pernikahan. Ruang dialog antara pakem adat dan realitas ekonomi kini terbuka, memunculkan sikap lebih fleksibel dari para orang tua demi merespons kegelisahan generasi muda yang ingin membangun rumah tangga, Jumat (23/1/2026).

Meski mahar tetap dijunjung tinggi sebagai simbol kehormatan perempuan dan keseriusan laki-laki, sebagian orang tua di Aceh Besar kini mulai mengedepankan musyawarah. Kesiapan mental dan tanggung jawab calon menantu dinilai jauh lebih krusial dibandingkan angka mayam yang memberatkan secara finansial.

Tgk Abdulsalam (Tgk Lam), tokoh agama di Kecamatan Simpang Tiga, menegaskan bahwa mahar seharusnya mempermudah, bukan menjadi beban material yang menghambat ibadah pernikahan. Menurutnya, esensi mahar dalam syariat Islam dan adat Aceh adalah untuk memuliakan, bukan menyulitkan.

“Adat Aceh dan ajaran Islam tidak pernah memberatkan. Yang penting itu niat baik dan kesiapan mental membangun keluarga,” ujar Tgk Lam kepada saranNews, Jumat. Fenomena ini menjadi momentum bagi warga Aceh Besar untuk menafsirkan kembali makna mahar sebagai simbol kasih sayang di tengah fluktuasi ekonomi global. (Sr)

Penulis: Sariril KaramahEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *