BANDA ACEH | SaranNews — Budaya kesabaran masyarakat Banda Aceh teruji konsistensinya dalam etika berlalu lintas di zona sensitif. Meski volume kendaraan terus meningkat, para pengendara terbukti tetap menahan diri untuk tidak membunyikan klakson saat melintas di area rumah sakit dan sekolah, Rabu (21/1/2026).
Pantauan di sejumlah titik layanan kesehatan menunjukkan suasana lalu lintas yang relatif kondusif meskipun arus kendaraan mulai memadat. Pengendara tampak mematuhi papan imbauan visual sebagai pengingat untuk menjaga ketenangan lingkungan publik.
“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat masih sangat baik. Jika sudah melihat papan larangan klakson, mereka langsung mengurangi suara kendaraan, terutama di depan rumah sakit karena lebih pengertian terhadap pasien,” ujar Ridwan (45), seorang petugas di salah satu kawasan rumah sakit, Rabu.
Kondisi serupa terlihat di kawasan sekolah pada jam pulang sekolah. Kepatuhan ini dinilai bukan sekadar urusan regulasi, melainkan cerminan nilai saling menghormati yang sudah menjadi karakter dasar warga lokal. Namun demikian, pengawasan dan edukasi berkelanjutan tetap diperlukan agar tradisi santun ini tidak tergerus oleh laju modernitas kota. (TPI)











