Melawan Arus Zaman: Keteguhan Tukang Becak Motor Menjemput Rezeki di Sudut Pasar Banda Aceh

  • Bagikan
(Foto: Dok. saranNews/Tengku Putri Isna)

BANDA ACEH | SaranNews – Di tengah kepungan ojek daring dan deru kendaraan pribadi yang kian mendominasi jalanan, sebuah becak motor sederhana dengan terpal hitam kusam tetap setia bersandar di sudut pasar tradisional Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026). Kendaraan roda tiga ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan saksi bisu perjuangan seorang ayah menjemput rezeki dari hari ke hari.

Keberadaan becak motor kini memang kian tergerus. Namun, bagi sebagian tukang becak yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari setoran harian, menyerah bukanlah pilihan. Pasar tradisional kini menjadi titik harapan terakhir mereka, di mana jasa angkut praktis masih dibutuhkan oleh para pedagang kecil, lansia, dan pembeli dengan barang belanjaan berat.

“Kalau lagi ramai pasar, masih ada yang pakai jasa becak buat angkut belanjaan. Tapi kalau sepi, ya nunggu saja,” ujar salah seorang tukang becak dengan penuh kesabaran.

Meski penghasilan kian tak menentu, roda becak motor itu tetap berputar, menjadi simbol keteguhan hati dalam mencari nafkah dengan cara yang sederhana dan jujur. Sebuah potret kecil tentang perjuangan hidup yang tak pernah padam di balik hiruk-pikuk kota yang terus berubah. (TPI)

Penulis: Tengku Putri IsnaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *