ACEH BESAR | SaranNews – Lantunan zikir dan doa menggema di Masjid Rahmatullah, Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Jumat (26/12/2025). Ribuan warga berkumpul dengan khidmat memperingati 21 tahun tragedi gempa dan tsunami yang pernah meluluhlantakkan Tanah Rencong.
Pemilihan Masjid Rahmatullah sebagai pusat peringatan bukan tanpa alasan. Masjid ini adalah saksi bisu sejarah, satu-satunya bangunan yang tetap berdiri kokoh saat gelombang raksasa menyapu bersih kawasan Lhoknga pada 2004 silam.
Doa bersama yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri sekitar 1.500 jamaah. Tak hanya mendoakan para syuhada tsunami, doa kali ini juga dikhususkan bagi para korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan ini adalah momentum refleksi, bukan sekadar membuka luka lama.
“Masjid Rahmatullah menjadi simbol kekuasaan Allah dan pengingat bagi kita semua. Dari sini kita belajar bahwa manusia harus terus berikhtiar, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesiapan menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja,” ujar Muharram.
Suasana haru menyeruak saat Imam Masjid, Tgk. Syamsuradi, memimpin doa. Abdullah (47), salah seorang penyintas asal Lampuuk, tak kuasa menahan haru.
“Setiap datang ke sini, ingatan tentang tsunami itu kembali. Masjid ini saksi bahwa di tengah kehancuran, masih ada harapan. Doa bersama ini penting agar kita tidak lupa dan selalu siap,” tutur Abdullah dengan mata berkaca-kaca. (Sr)












